Memutuskan Apakah akan Berinvestasi
NPV dan IRR adalah alat utama yang digunakan dalam membuat keputusan investasi .
Bayangkan bahwa organisasi Anda sedang mempertimbangkan membeli mesin seharga $ 450.000.
Mesin ini diharapkan akan menghasilkan $ 100.000 setahun selama lima tahun, tapi forum Anda memutuskan untuk tidak melanjutkan dengan itu.
Investasi ini relatif banyak bebas risiko, uang yang tersedia, & bisnis hampir dijamin laba sebesar $ 10.000 per tahun. Jadi, mengapa mereka menetapkan buat nir berinvestasi?
Sekilas, keputusan investasi misalnya ini bisa tampak "nir terdapat brainersdanquot; - menciptakan investasi, & lalu mengumpulkan keuntungan. Namun nilai uang yg diterima di masa depan kurang berdasarkan nilai uang yang kini (karena inflasi & suku bunga). Jadi mungkin yang kembali berdasarkan suatu investasi mungkin sebenarnya bernilai kurang menurut investasi itu sendiri, sekali Anda telah membandingkan nilai uang hari ini, dan pada masa depan.
Ada juga peluang investasi lain yg perlu dipertimbangkan. Akan menginvestasikan uang di tempat lain menaruh hasil yg lebih baik?
PEMILIHAN INVESTASI PROYEK
Metode-Metode Evaluasi Proyek
Keputusan investasi merupakan keputusan manajemen keuangan yang paling krusial pada antara ketiga keputusan jangka panjang yg diambil manajer keuangan. Disebut penting, karena selain penanaman modal pada bidang usaha yang membutuhkan kapital yang besar , pula keputusan tersebut mengandung risiko eksklusif, dan pribadi berpengaruh pada nilai perusahaan.
Pada umumnya, langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam pengambilan keputusan investasi merupakan menjadi berikut:
1. Adanya usulan investasi (proposal investasi).
2. Memperkirakan arus kas (cash flow) dari usulan investasi tersebut.
Tiga. Mengevaluasi profitabilitas investasi menggunakan memakai beberapa metode penilaian kelayakan investasi.
4. Memutuskan menerima atau menolak usulan investasi tadi.
Untuk menilai profitabilitas rencana investasi dikenal dua macam metode, yaitu metode konvensional dan metode non-konvensional (discounted cash flow). Dalam metode konvensional dipergunakan dua macam tolok ukur buat menilai profitabilitas rencana investasi, yaitu payback period dan accounting rate of return, sedangkan pada metode non-konvensional dikenal 3 macam tolok ukur profitabilitas, yaitu Net Present Value (NPV), Profitability Index (PI), & Internal Rate of Return (IRR).
NET PRESENT VALUE (NPV)
NPV merupakan selisih antara pengeluaran dan pemasukan yang telah didiskon dengan menggunakan social opportunity cost of capital sebagai diskon faktor, atau dengan kata lain merupakan arus kas yang diperkirakan pada masa yang akan datang yang didiskontokan pada saat ini. Untuk menghitung NPV diperlukan data tentang perkiraan biaya investasi, biaya operasi, dan pemeliharaan serta perkiraan manfaat/benefit dari proyek yang direncanakan. Jadi perhitungan NPV mengandalkan pada teknik arus kas yang didiskontokan.
Menurut Kasmir (2003:157) Net Present Value (NPV) atau nilai bersih sekarang merupakan perbandingan antara PV kas bersih dengan PV Investasi selama umur investasi. Sedangkan menurut Ibrahim (2003:142) Net Present Value (NPV) merupakan net benefit yang telah di diskon dengan menggunakan social opportunity cost of capital (SOCC) sebagai discount factor.
Pada tabel berikut ditunjukkan arti berdasarkan perhitungan NPV terhadap keputusan investasi yg akan dilakukan.
Langkah menghitung NPV:
(1) Tentukan nilai kini menurut setiap arus kas, termasuk arus masuk & arus keluar, yg didiskontokan dalam porto modal proyek,
(2) Jumlahkan arus kas yang didiskontokan ini, hasil ini didefinisikan sebagai NPV proyek,
(3) Jika NPV adalah positif, maka proyek harus diterima, sementara jika NPV adalah negatif, maka proyek itu harus ditolak. Jika dua proyek dengan NPV positif adalah mutually exclusive, maka salah satu dengan nilai NPV terbesar harus dipilih .
NPV sebesar nol menyiratkan bahwa arus kas proyek sudah mencukupi untuk membayar kembali modal yang diinvestasikan dan memberikan tingkat pengembalian yang diperlukan atas modal tersebut. Jika proyek memiliki NPV positif, maka proyek tersebut menghasilkan lebih banyak kas dari yang dibutuhkan untuk menutup utang dan memberikan pengembalian yang diperlukan kepada pemegang saham perusahaan.
Keunggulan NPV = memakai konsep nilai saat uang (time value of money).
–> Maka sebelum penghitungan/penentuan NPV hal yang paling utama adalah mengetahui atau menaksir aliran kas masuk di masa yang akan datang dan aliran kas keluar.
Di pada genre kas ini, terdapat beberapa hal yg perlu diperhatikan :
(1) Taksiran kas haruslah berdasarkan atas dasar setelah pajak,
(2) Informasi terebut haruslah didasarkan atas “incremental” (kenaikan atau selisih) suatu proyek. Jadi harus diperbandingkan adanya bagaimana aliran kas seandainya dengan dan tanpa proyek. Hal ini penting sebab pada proyek pengenalan produk baru, bisa terjadi bahwa produk lama akan “termakan” sebagian karena kedua produk itu bersaing dalam pemasaran,
(tiga) Aliran kas ke luar haruslah nir memasukkan unsur bunga, bila proyek itu direncanakan akan dibelanjai/dibiayai dengan pinjaman. Biaya bunga tadi termasuk sebagai tingkat bunga yang disyaratkan (required rate of return) buat evaluasi proyek tersebut. Kalau kita ikut memasukkan unsur bunga di dalam perhitungan genre Bab Sebelumnya
Home | Bab Sebelumnya | Menu | Bab Selanjutnya