Menggunakan Satu yang Tepat buat Situasi
Dari Mahatma Gandhi ke Winston Churchill Martin Luther King, ada adalah sebagai gaya kepemimpinan banyak karena ada pemimpin. Untungnya, pengusaha dan psikolog telah mengembangkan cara yang berguna dan sederhana untuk menggambarkan gaya utama kepemimpinan.
Dengan tahu gaya dan dampaknya, Anda bisa berbagi pendekatan Anda sendiri buat kepemimpinan dan menjadi pemimpin yg lebih efektif.
Kita akan melihat gaya kepemimpinan umum dalam artikel ini, & kami akan mengeksplorasi situasi di mana gaya ini mungkin efektif menggunakan orang-orang Anda.
Catatan:
Gaya kepemimpinan dalam artikel ini didasarkan pada beberapa kerangka kepemimpinan inti. Anda dapat membaca lebih lanjut tentang ini dalam artikel kami pada Teori Kepemimpinan Inti .
Beradaptasi Pendekatan Anda buat Kepemimpinan
Dalam usaha, gaya kepemimpinan yg diklaim "kepemimpinan transformasionaldanquot; tak jarang pendekatan yg paling efektif buat digunakan. Pemimpin transformasional mempunyai integritas, mereka menginspirasi orang dengan visi bersama tentang masa depan, mereka tetapkan tujuan yg jelas & memotivasi orang terhadap mereka, mereka mengelola pengiriman, & mereka berkomunikasi dengan baik menggunakan tim mereka. (Anda bisa mengetahui lebih lanjut mengenai kepemimpinan transformasional dalam akhir artikel ini.)
Tetapi, kepemimpinan bukanlah "satu berukuran cocok buat semua" hal, tak jarang, Anda wajib menyesuaikan gaya Anda buat menyesuaikan situasi atau grup tertentu. Ini merupakan mengapa hal itu berguna buat menerima pemahaman menyeluruh mengenai gaya kepemimpinan yang lain, sesudah seluruh, pendekatan yang lebih Anda kenal, semakin poly indera yg Anda akan bisa menggunakan buat memimpin secara efektif.
Mari kita melihat lebih dalam pada beberapa gaya kepemimpinan yg dapat Anda gunakan.
1. Kepemimpinan Transaksional
Gaya kepemimpinan ini dimulai dengan gagasan bahwa anggota tim setuju buat mematuhi pemimpin mereka ketika mereka menerima pekerjaan. The "transaksi" umumnya melibatkan organisasi membayar anggota tim sebagai imbalan atas usaha & kepatuhan mereka. Pemimpin mempunyai hak buat "menghukum" anggota tim jika pekerjaan mereka nir memenuhi baku yang sesuai.
Meskipun hal ini mungkin terdengar pengendalian dan paternalistik, kepemimpinan transaksional memperlihatkan beberapa manfaat. Untuk satu, gaya kepemimpinan ini menjelaskan kiprah & tanggung jawab semua orang. Manfaat lain merupakan bahwa, lantaran kepemimpinan hakim anggota tim transaksional terhadap kinerja, orang-orang yg ambisius atau yg termotivasi oleh imbalan eksternal - termasuk kompensasi - tak jarang berkembang.
Kelemahan menurut gaya kepemimpinan ini adalah bahwa anggota tim bisa melakukan sedikit buat menaikkan kepuasan kerja mereka. Hal ini dapat merasa gerah, dan dapat menyebabkan pergantian staf.
Kepemimpinan transaksional adalah benar-sahih jenis manajemen, bukan gaya kepemimpinan sejati, lantaran fokusnya adalah pada tugas jangka pendek. Ini mempunyai keterbatasan yang serius untuk pekerjaan berbasis pengetahuan atau kreatif. Namun, bisa efektif dalam situasi lain.
Dua. Kepemimpinan Otokratis
Kepemimpinan otokratis adalah bentuk ekstrim dari kepemimpinan transaksional, di mana pemimpin harus lengkap kekuasaan atas masyarakatnya. Staf dan anggota tim memiliki sedikit kesempatan untuk membuat saran, bahkan jika ini akan berada di tim atau kepentingan terbaik organisasi.
Manfaat kepemimpinan otokratis merupakan bahwa hal itu sangat efisien. Keputusan yang dibuat dengan cepat, & kerja akan dilakukan.
The downside merupakan bahwa kebanyakan orang membenci diperlakukan menggunakan cara ini. Oleh karenanya, kepemimpinan otokratis tak jarang menyebabkan tingginya tingkat ketidakhadiran & pergantian staf. Namun, gaya sanggup efektif buat beberapa pekerjaan rutin & tidak terampil: dalam situasi ini, laba menurut kontrol mungkin lebih besar daripada kerugian.
Kepemimpinan otokratis sering paling baik dipakai dalam krisis, ketika keputusan harus dibuat menggunakan cepat & tanpa disparitas pendapat. Misalnya, militer acapkali memakai gaya kepemimpinan otokratis, komandan bertanggung jawab buat cepat membuat keputusan yg kompleks, yg memungkinkan pasukan buat memusatkan perhatian dan tenaga mereka dalam melakukan tugas-tugas yg diberikan mereka & misi.
3. Kepemimpinan Birokrasi
Pemimpin birokrasi bekerja "menggunakan kitab ." Mereka mengikuti anggaran ketat, & memastikan bahwa orang-orang mereka mengikuti prosedur sempurna.
Ini adalah gaya kepemimpinan yg tepat buat pekerjaan yg melibatkan risiko keamanan berfokus (seperti bekerja dengan mesin, dengan zat beracun, atau pada ketinggian berbahaya) atau di mana sejumlah akbar uang yg terlibat. Kepemimpinan birokrasi pula bermanfaat pada organisasi di mana karyawan melakukan tugas-tugas rutin (misalnya di bidang manufaktur).
Kelemahan menurut gaya kepemimpinan ini merupakan bahwa hal itu tidak efektif dalam tim & organisasi yang bergantung pada fleksibilitas, kreativitas, atau penemuan.
Sebagian besar waktu, para pemimpin birokrasi mencapai posisi mereka karena kemampuan mereka untuk beradaptasi & menegakkan aturan, bukan karena kualifikasi atau keahlian mereka. Hal ini bisa menyebabkan kebencian ketika anggota tim nir menghargai keahlian atau nasihat mereka.
4. Kepemimpinan Karismatik
Sebuah gaya kepemimpinan karismatik bisa menyerupai kepemimpinan transformasional karena para pemimpin ini menginspirasi antusiasme pada tim mereka & energik dalam memotivasi orang lain buat bergerak maju. Ini kegembiraan & komitmen berdasarkan tim merupakan laba besar .
Perbedaan antara pemimpin karismatik dan pemimpin transformasional terletak dalam niat mereka. Pemimpin transformasional ingin mengubah tim & organisasi mereka. Pemimpin Karismatik tak jarang terfokus pada diri mereka sendiri, & mungkin nir ingin membarui apa pun.
The downside ke pemimpin karismatik merupakan bahwa mereka bisa lebih percaya dalam diri mereka sendiri daripada di tim mereka. Hal ini dapat membentuk risiko bahwa suatu proyek atau bahkan semua organisasi mungkin runtuh apabila pemimpin daun. Seorang pemimpin kharismatik mungkin percaya bahwa dia mampu berbuat galat, bahkan ketika orang lain memperingatkan dia mengenai jalan dia pada, perasaan tak terkalahkan bisa Mengganggu sebuah tim atau organisasi.
Juga, di mata para pengikut ', keberhasilan secara langsung terhubung menggunakan kehadiran pemimpin karismatik. Dengan demikian, kepemimpinan karismatik membawa tanggung jawab akbar, dan membutuhkan komitmen jangka panjang berdasarkan pemimpin.
5. Demokratis / Partisipatif Kepemimpinan
Pemimpin Demokrat menciptakan keputusan akhir, tetapi mereka termasuk anggota tim dalam proses pengambilan keputusan. Mereka mendorong kreativitas, & anggota tim sering sangat terlibat pada proyek-proyek dan keputusan.
Ada banyak manfaat dari kepemimpinan demokratis. Anggota tim cenderung mempunyai kepuasan kerja tinggi & produktif karena mereka lebih terlibat dalam keputusan. Gaya ini jua membantu menyebarkan keterampilan masyarakat. Anggota tim merasa mengendalikan nasib mereka, sebagai akibatnya mereka termotivasi buat bekerja keras lebih berdasarkan sekedar imbalan keuangan.
Lantaran partisipasi membutuhkan waktu, pendekatan ini dapat memperlambat pengambilan keputusan, namun hasilnya sering baik. Pendekatan ini bisa paling cocok apabila bekerja sebagai tim sangat krusial, & waktu kualitas lebih krusial daripada efisiensi atau produktivitas.
Kelemahan berdasarkan kepemimpinan demokratis adalah bahwa hal itu tak jarang bisa Mengganggu situasi di mana kecepatan atau efisiensi sangat krusial. Sebagai contoh, selama krisis, tim sanggup membuang ketika berharga mengumpulkan masukan masyarakat. Kelemahan lain adalah bahwa beberapa anggota tim mungkin tidak mempunyai pengetahuan atau keahlian buat menaruh masukan berkualitas tinggi.
6. Laissez-Faire Kepemimpinan
Ini frase Perancis berarti "biarkan saja," dan menggambarkan pemimpin yang memungkinkan orang buat bekerja sendiri. Jenis kepemimpinan jua dapat terjadi secara alami, ketika para manajer nir memiliki kontrol yg cukup atas pekerjaan mereka dan orang-orang mereka.
Laissez-faire pemimpin dapat memberikan tim mereka kebebasan penuh untuk melakukan pekerjaan mereka dan menetapkan tenggat waktu mereka sendiri. Mereka menyediakan dukungan tim dengan sumber daya dan nasihat, jika diperlukan, tetapi sebaliknya tidak terlibat.
Gaya kepemimpinan ini dapat efektif bila pemimpin memantau kinerja & menaruh umpan kembali kepada anggota tim secara teratur. Hal ini kemungkinan akbar akan efektif jika anggota tim individu berpengalaman, terampil, berdikari starter.
Manfaat utama berdasarkan laissez-faire kepemimpinan merupakan memberikan anggota tim otonomi begitu poly bisa mengakibatkan kepuasan kerja yang tinggi dan peningkatan produktivitas.
The downside adalah bahwa hal itu dapat Mengganggu apabila anggota tim nir mengelola waktu mereka dengan baik atau apabila mereka tidak mempunyai pengetahuan, keterampilan, atau motivasi buat melakukan pekerjaan mereka secara efektif.
7. Tugas-Berorientasi Kepemimpinan
Pemimpin berorientasi tugas hanya penekanan pada menerima pekerjaan yang dilakukan & bisa otokratis. Mereka secara aktif mendefinisikan pekerjaan & peran yang diperlukan, menempatkan struktur di loka, & merencanakan, mengatur, & mengawasi pekerjaan. Para pemimpin jua melakukan tugas-tugas penting lainnya, misalnya menciptakan dan mempertahankan baku buat kinerja.
Manfaat menurut kepemimpinan berorientasi tugas merupakan bahwa ia memastikan bahwa tenggat ketika terpenuhi, dan itu sangat bermanfaat bagi anggota tim yang tidak mengelola waktu mereka menggunakan baik.
Tetapi, karena pemimpin yang berorientasi tugas cenderung tidak berpikir poly tentang tim mereka kesejahteraan, pendekatan ini dapat menderita banyak kekurangan kepemimpinan otokratis, termasuk mengakibatkan motivasi & masalah retensi.
8. Kepemimpinan People-Oriented/Relations-Oriented
Dengan kepemimpinan yang berorientasi dalam orang, para pemimpin benar-sahih berfokus pada pengorganisasian, mendukung, & menyebarkan orang-orang di tim mereka. Ini merupakan gaya partisipatif & cenderung buat mendorong kolaborasi tim yg baik & kerja sama kreatif. Ini merupakan kebalikan menurut kepemimpinan berorientasi tugas.
Pemimpin orang-berorientasi memperlakukan seluruh orang di tim yang sama. Mereka ramah dan didekati, mereka memperhatikan kesejahteraan seluruh orang dalam gerombolan , dan mereka membuat diri tersedia setiap kali anggota tim memerlukan bantuan atau nasihat.
Manfaat berdasarkan gaya kepemimpinan ini adalah bahwa para pemimpin yang berorientasi menciptakan tim yg semua orang ingin sebagai bagian menurut. Anggota tim sering lebih produktif & berani mengambil risiko, karena mereka memahami bahwa pemimpin akan memberikan dukungan jika mereka membutuhkannya.
The downside merupakan bahwa beberapa pemimpin dapat mengambil pendekatan ini terlalu jauh, mereka bisa menempatkan perkembangan tim mereka atas tugas atau arahan proyek.
Tip:
Dalam prakteknya, kebanyakan pemimpin menggunakan kedua gaya berorientasi tugas dan berorientasi pada orang kepemimpinan bersama. Artikel kami pada Blake Mouton Managerial Grid menjelaskan bagaimana Anda dapat melakukan hal ini.
9. Servant Leadership
Istilah ini, diciptakan sang Robert Greenleaf pada tahun 1970, mendeskripsikan seorang pemimpin sering nir secara resmi diakui menjadi demikian. Ketika seseorang pada tingkat manapun pada sebuah organisasi memimpin hanya dengan memenuhi kebutuhan tim, dia dapat digambarkan sebagai "pemimpin yang melayani."
Pemimpin pelayan sering memimpin dengan contoh. Mereka memiliki integritas tinggi dan memimpin dengan kemurahan hati .
Dalam banyak hal, kepemimpinan pelayan adalah bentuk kepemimpinan demokratis lantaran semua tim cenderung terlibat pada pengambilan keputusan. Tetapi, pemimpin pelayan acapkali "memimpin berdasarkan belakang," menentukan buat permanen keluar dari sentra perhatian & membiarkan tim mereka menerima pengakuan atas kerja keras mereka.
Pendukung dari model kepemimpinan pelayan menunjukkan bahwa itu adalah cara yang baik untuk bergerak maju di dunia di mana nilai-nilai yang semakin penting, dan di mana pemimpin pelayan bisa mencapai kekuasaan karena nilai-nilai mereka, cita-cita, dan etika . Ini merupakan pendekatan yang dapat membantu untuk menciptakan budaya perusahaan yang positif dan dapat menyebabkan semangat kerja yang tinggi di antara anggota tim.
Tetapi, orang lain percaya bahwa dalam situasi kepemimpinan yg kompetitif, orang yang berlatih kepemimpinan hamba dapat menemukan diri mereka ditinggalkan oleh para pemimpin memakai gaya kepemimpinan yang lain. Gaya kepemimpinan ini pula membutuhkan waktu buat menerapkan menggunakan sahih: itu nir cocok dalam situasi pada mana Anda harus menciptakan keputusan yg cepat atau memenuhi tenggat saat yg ketat.
Meskipun Anda bisa menggunakan kepemimpinan pelayan pada banyak situasi, tak jarang kali paling mudah pada politik, atau pada posisi pada mana para pemimpin terpilih buat melayani tim, panitia, organisasi, atau komunitas.
10. Kepemimpinan Transformasional
Seperti yg kita bahas sebelumnya dalam artikel ini, kepemimpinan transformasi seringkali gaya kepemimpinan terbaik buat digunakan pada situasi usaha.
Pemimpin transformasional merupakan wangsit lantaran mereka mengharapkan yang terbaik menurut seluruh orang di tim mereka dan diri mereka sendiri. Hal ini mengakibatkan produktivitas yang tinggi & keterlibatan dari seluruh orang di tim mereka.
Kelemahan berdasarkan kepemimpinan transformasional adalah bahwa ad interim antusiasme pemimpin dilewatkan ke tim, beliau bisa perlu didukung sang "detail orang."
Itu sebabnya, di banyak organisasi, baik transaksional & gaya kepemimpinan transformasional berguna. Pemimpin transaksional (atau manajer) memastikan bahwa pekerjaan rutin dilakukan tangguh, sedangkan pemimpin transformasional terlihat sehabis inisiatif yg menambah nilai baru.
Ini juga penting buat menggunakan gaya kepemimpinan yg lain bila perlu - ini akan tergantung pada orang-orang yg Anda pimpin dan situasi yang Anda masuk
Tip:
Hersey-Blanchard Teori Kepemimpinan Situasional , yang Enam Gaya Kepemimpinan Emosional , dan Fiedler Contingency Model semua kerangka kerja yang membantu Anda memilih gaya kepemimpinan terbaik untuk digunakan dalam situasi tertentu. Luangkan waktu untuk menjelajahi ini.
Poin Penting :
Dalam bisnis, kepemimpinan transformasional acapkali gaya kepemimpinan terbaik buat digunakan. Namun, nir ada satu gaya kepemimpinan yg cocok buat seluruh situasi, sehingga hal ini membantu untuk memiliki pemahaman tentang gaya lain.
Gaya kepemimpinan primer meliputi:
- Kepemimpinan transaksional.
- Kepemimpinan otokratis.
- Kepemimpinan birokrasi.
- Kepemimpinan karismatik.
- Demokratis / kepemimpinan partisipatif.
- Laissez-faire kepemimpinan.
- Berorientasi tugas kepemimpinan.
- People / kepemimpinan berorientasi hubungan.
- Kepemimpinan hamba.
- Kepemimpinan transformasional.
Dengan belajar mengenai pro dan kontra menurut masing-masing gaya, Anda dapat menyesuaikan pendekatan Anda buat situasi Anda.
Pemimpin yang baik acapkali beralih secara naluriah antara gaya, menurut orang yg mereka memimpin dan pekerjaan yg perlu dilakukan. Membangun agama - itulah kunci buat proses ini - & jangan lupa buat Menu
Home | Bab Sebelumnya | Menu| Bab Selanjutnya